Surat-surat Paulus yang sulit ..


Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. 2 Petrus 3:16.   New Testament

Old Testament

Dengan latar belakang sebagai seorang mantan Farisi, orang Yahudi asli, yang dibekali secara ketat untuk memelihara tradisi menghormati Hukum Taurat sejak masa kanak-kanaknya, tentu rasul Paulus tidak begitu saja mengenyampingkan dan melupakan semua yang telah diketahui dan dipelajarinya tentang hukum-hukum Allah tersebut. Sekalipun, dalam beberapa kesempatan dalam tulisannya, dia juga ber-ulang kali mengemukakan komitmen barunya, pasca perjumpaannya dengan Kristus didepan Pintu Gerbang kota Damsyik, bahwa dia telah melupakan hal-hal yang dulu pernah dia banggakan menyangkut semua kejahatan dan dosa yang pernah diperbuatnya terhadap jemaat Allah, dan bukan hukum-hukum Allah yang pernah dipelajari dan telah membentuk Akal Budinya.

 

Ayat berikut ini salah satu pengakuan dari rasa sesalnya ditengah kehormatan yang dia rasakan, telah Allah anugerahkan melalui kehadiran Kristus kedalam hidupnya, “Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah” (1 Korintus 15:9), Dengan berbekal pengetahuannya akan hukum Taurat, yang telah sekian lama membentuk akal budinya, secara terus terang Paulus tidak malu mengakui, bahwa akibat ketidaktahuannya terhadap maksud dan tujuan mulia, dari kenapa hukum Taurat itu pernah Allah turunkan kepada bangsa Israel melalui hamba-Nya Musa, telah menempatkan pribadi Paulus menjadi seorang rasul, yang oleh Tuhan diberi kewenangan untuk menyaksikan rahasia-rahasia Kristus dengan cara yang berbeda bila dibandingkan dengan rasul-rasul yang lainnya. Tanpa harus mengenyampingkan peranan dan sumbangsih besar para rasul-rasul yang lainnya dalam memberitakan Injil Kristus. Ada 3 bahkan 4 hal yang ikut berperan besar membentuk, mempengaruhi semua karya tulisnya sejak pengenalannya pada Kristus, hal-hal yang patut kita simak dan pertimbangkan secara matang dengan disertai kewaspadaan didalam Iman yang teguh kepada Allah, supaya kita juga tidak terjerumus kedalam kesalahpahaman yang bisa berakibat fatal, penyesatan seperti yang dikatakan oleh rasul Petrus diatas:

 

1. Akal budi dan Penalarannya yang tajam terhadap hukum Taurat, Filipi 3:4-6 ; Roma 7:25

2. Kesukaannya (batin/akal budinya) terhadap hukum-hukum Allah, Roma 7:22

3. Pengertian dan penilaian yang tepat dan benar terhadap keberadaan dan tujuan hukum Taurat, Roma 7:14

4. Penempatan dan pengenalan diri secara tepat terhadap hukum Taurat dihadapan Kristus dan manusia, Roma 7:14b

 

Ke 4 hal ini oleh Paulus tidak dimasukkan kedalam kelompok yang disebutnya sebagai dosa dan kejahatan yang telah begitu banyak diperbuat di masa lalunya, sekalipun tidak bisa dipungkiri, bahwa setelah pertemuannya dengan Kristus, dengan akal budinya juga Paulus bisa merasakan, ternyata benar isi perumpamaan yang Yesus katakan kepada mantan sejawatnya, orang Farisi tentang perempuan yang berdosa didalam Lukas 7:47, Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni!, sebab ia telah berbuat kasih. tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga berbuat kasih”

Menjadi jelas bagi kita kenapa pada akhirnya Rasul Paulus, dikenal sebagai satu-satunya rasul yang paling sarat dengan penderitaan karena Injil Kristus, dengan kesadarannya, diakhir hidupnya dia berani mengambil keputusan yang oleh dunia dianggap sebagai kebodohan, ketika dia dengan rela memberikan kepalanya untuk dipenggal demi cintanya kepada Kristus, dianggapnya jauh-jauh lebih berharga dan mahal kepastiannya, bila dibandingkan dengan sekedar janji dan tawaran kebebasan yang semu dari seorang Kaisar Romawi, apabila dia mau sepakat menyangkal nama Yesus Kristus yang Ajaib itu. Sekarang, hari ini juga, sukacita kita sebagai jemaat-Nya dalam menikmati cinta-Nya Tuhan, adalah buah kasih rasul Paulus kepada Kristus.

Siapapun kita ketika membaca surat-surat yang ditulis oleh Paulus, jika ternyata tidak sungguh-sungguh hidup oleh iman melalui sikap hati yang tertuju pada keutamaan Kristus atas jemaat-Nya, niscaya akan banyak mengalami kesulitan dalam memahami kebenaran Kristus yang disaksikan oleh rasul Paulus, karena hanya Kristus saja, satu-satunya yang telah menggenapkan seluruh isi kitab Taurat dan kitab para Nabi. Sedemikianlah dalamnya karya dan kasih Kristus kepada seorang rasul Paulus.

~ Tuhan Yesus Kristus Memberkati ~


Note:
simak juga lanjutannya: .. oleh dustaku kemuliaan-Nya melimpah? .. (klik di kolom: surat-surat Paulus yang sulit)

  1. Meinarti Arbaini

    Trima kasih Tuhan berkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: